Guru Mendidik dengan Hati

Akhir bulan Januari 2018  dunia pendidikan dihebohkan dengan peristiwa terbunuhnya seorang guru salah satu SMA di Sampang Madura oleh peserta didiknya yang seharusnya menghargai dan menjadi pembimbing dirinya dalam mempersiapkan untuk menghadapai hidup dan kehidupan yang akan dijalaninya dimasa mendatang. Entah setan apa yang merasuki pikiran peserta didik tersebut sehingga begitu tega menghabisi gurunya sendiri karena alasan yang sangat sepele.

Guru sebagai pendidik memilik kewajiban untuk membimbing peserta didik ke arah yang lebih baik dengan berbagai cara dan metode pendidikan yang berlaku di dunia pendidikan, termasuk di dalamnya memerikan hukuman (punishment) yang sesuai dengan regulasi yang berlaku atas perbuatan dan perilaku peserta didik, selain itu pula dapat memeberikan ganjaran (reward) atas prestasi yang telah diraih oleh peserta didik.

Kata mendidik mengandung makna mengajar, sebab mendidik tidak hanya memberikan bekal kepada peserta didik tentang sikap (afektif = sosial dan religius) walakin juga tentang pengetahuan dan keterampilan. Kurikulum yang berlakusejak indonesia merdeka lebih menekankan kepada pengembangan dan peningkatan kompetensi pengetahuan sehingga kurang berkembang kompetensi sosial dan religius peserta didik.

Sejak tahun 2013 kurikulum yang diberlakukan di dunia pendidikan di Indonesia menggunakan sebuah konsep kurikulum dengan mengetengahkan konsep pendidikan menyeluruh  dari seluruh aspek manusia (all aspect education) yakni konsep mendidik aspek jasmani (keterampilan dan pengetahuan) dan rohani (sosial dan religius) sehingga guru dituntut dapat mendidik dengan seluruh aspek tersebut. Dengan demikian, bahwa kurikulum 2013  sedang berusaha dengan keras melalui sebuah konsep yang harus dilaksanakan oleh pelaku pendidikan untuk menjawab problematika yang muncul di tengah masyarakat. Secara garis besar konsep tersebut dibunyikan sebagai tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tujuan pendidikan nasional menggambarkan ketiga aspek yang harus dicapai oleh pelaku pendidikan, dalam dikenal dengan delapan pilar pendidikan, yaitu: 1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa; 2. Berakhlak Mulia; 3. Sehat; 4. Berilmu; 5. Cakap; 6. Kreatif; 7. Mandiri; 8. Menjadi warga Negara yang Demokratis.

Selain itu pula, tujuan pendidikan nasional diawali dengan kalimat “berkembangnya potensi peserta didik”.

 

belum selesai ….. punten

Diterbitkan oleh

nurhamzah

Nurhamzah lahir di ciamis pada tanggal 10 oktober 1964

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s